Sabtu, 30 November 2013




 Bayern München






Berdiri: 1900
Alamat: Säbener Straße 51, 81547 München Germany
Telepon: +49 (0) 89 6993 10
Faksimile: +49 (0) 89 6441 65
Surat Elektronik: info@fcbayern.de
Laman Resmi: http://www.fcbayern.de
Ketua: Uli Hoeneß
Direktur: Matthias Sammer
Stadion: Allianz Arena
Sejarah Singkat
Bayern Muenchen sebelumnya adalah klub olahraga bernama MTV 1879. Saat klub itu melarang anggota pemain sepakbolanya bergabung dengan federasi sepakbola Jerman (DFB), 11 anggota menanggalkan status dari MTV 1879 dan membentuk FC Bayern Muenchen.

Nama itu sendiri secara harfiah sebenarnya menunjukkan asal wilayah mereka yang jika dialihbahasakan ke Inggris menjadi Bavaria Munich. Di Jerman, nama Bayern Muenchen yang dipakai, tapi publik internasional terbiasa menyebutnya dengan Bayern Munich.

Sebelum era Bundesliga, Bayern terbilang tim tangguh di kompetisi regional Jerman selatan. Sebelum Perang Dunia I pecah, Bayern menjuarai Kreisliga musim 1910-11, liga regional Bavaria pertama. Pada zaman ini, FC Nuremberg menjadi rival terberat Bayern. Antara 1920-an dan 1930-an, Nuremberg lebih sukses dengan merengkuh gelar juara lima kali pada dekade 20-an. Pertemuan keduanya disebut derby Bavaria.

Ketika Bundesliga dibentuk 1963, hanya lima tim dari Oberliga -- divisi satu wilayah selatan liga Jerman saat itu -- yang diizinkan berkompetisi. Bayern masuk kriteria karena bertengger di tiga besar klasemen akhir Oberliga. Tapi karena DFB mensyaratkan satu kota hanya dapat diwakili satu tim, Bayern harus mengalah kepada rival sekota TSV 1860 Muenchen, tim juara Oberliga saat itu.

Bayern promosi dua musim kemudian ke Bundesliga dan memulai sejarah kesuksesan mereka melalui para pemain muda, yaitu "poros" Sepp Maier, Franz Beckenbauer, dan Gerd Muller.

Kini, seperti umumnya klub lain di Eropa, Bayern juga memiliki cabang olahraga lain, seperti basket, bowling, catur, senam, bola tangan, tenis meja, wasit, hingga sepakbola senior.
 Ponting by :Nurul Hidayat
Sumber      : http://www.goal.com/id-ID/teams/germany/148/bayern-m%C3%BCnchen/info

Jumat, 29 November 2013

Sejarah Muhammad Ali











Muhammad Ali (lahir sebagai Cassius Marcellus Clay, Jr. pada 17 Januari, 1942) adalah pensiunan petinju Amerika Serikat. Pada tahun 1999, Ali dianugerahi "Sportsman of the Century" oleh Sports Illustrated.Ali tiga kali menjadi Juara Dunia Tinju kelas Berat. Ali lahir di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Namanya mengikuti nama ayahnya, Cassius Marcellus Clay, Sr. Ali kemudian mengubah namanya setelah bergabung dengan Nation of Islam dan akhirnya memeluk Islam Sunni pada tahun 1975.


Sebelum masuk Islam, dia menjuluki dirinya dengan “Yang Terbesar” karena dia adalah petinju terbaik pada masanya. Bahkan para pengamat olah raga mengakuinya sebagai petinju terbaik abad ini. Sejarah tinju belum pernah mengenal petinju secepat dia. Dia berlaga dengan gesit di atas ring dan memukul KO lawannya, lalu berseru dengan bangga, “Akulah yang terbesar”.

Akan tetapi setelah masuk Islam, dia membuang julukan ini, karena tidak suka membanggakan diri dan menjadi seorang yang sederhana dengan jiwa yang Islami.

Dialah petinju dunia Casius Mercelus Clay yang setelah itu dikenal dengan Muhammad Ali Clay.

Dia bercerita tentang perjalanannya masuk Islam.

Aku dilahirkan di Kentucky, Amerika Serikat. Daerah yang dikenal dengan ayam goreng khas yang memakai namanya, yang juga terkenal dengan perbedaan etnis yang kental.

Sejak kecil aku sudah merasakan perbedaan perlakuan ini karena aku berkulit coklat. Barangkali hal inilah yang mendorongku untuk belajar tinju agar bisa membalas perlakuan jahat teman-temanku yang berkulit putih. Dan karena aku mempunyai bakat serta otot yang kuat sehingga memudahkan jalanku.

Ketika belum genap berusia 20 tahun, aku sudah memenangkan pertandingan kelas berat di Olimpiade Roma tahun 1960.

Hanya beberapa tahun kemudian aku berhasil merebut juara dunia kelas berat dari Sony Le Stone dalam pertarungan paling pendek, karena hanya beberapa menit aku berhasil menjadi juara dunia. Dan di antara tepuk riuh para pendukung dan kilatan-kilatan alat kamera, aku berdiri didepan jutaan penonton yang mengelilingi ring dan kamera TV Islam, mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengganti namaku menjadi Muhammad Ali Clay. Untuk memulai sebuah peperangan baru melawan kebatilan yang menghalangiku mengumumkan ke-Islaman-ku semudah ini.

Kepindahanku ke agama Islam adalah hal yang wajar dan selaras dengan fitrah-fitrah yang Allah ciptakan untuk manusia. Kembaliku ke fitrah kebenaran membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berfikir, ini dimulai tahun 1960, ketika seorang teman muslim menemaniku pergi ke masjid untuk mendengarkan pengajian tentang Islam. Ketika mendengarkan ceramah, aku merasakan panggilan kebenaran memancar dari dalam jiwaku, menyeruku untuk menggapainya, yaitu kebenaran hakikat Allah, agama dan makhluk.

Perjalanan keimananku berlangsung bertahun-bertahun dalam bentuk perbandingan antara Islam dan Masehi, sebutah perjalanan yang berat, karena orang-orang disekitarku menghalangiku, kondisi masyarakatku rusak, kebenaran dan kebatilan bercampur aduk, ditambah lagi dengan doktrin gereja yang menggambarkan keadaan orang-orang muslim yang lemah dan terbelakang yang diakibatkan oleh ajaran Islam itu sendiri. Tapi Allah memberiku petunjuk, dan menerangi jalan pilihanku sehingga aku dapat membedakan antara realita umat Islam sekarang dengan hakekat Islam yang abadi. Aku meyakini bahwa Islam membawa kebahagiaan untuk semua orang. Tidak membeda-bedakan warna kulit, etnis dan ras, semuanya sama dihadapan Allah azza wa jalla. Yang paling utama di sisi Tuhan mereka adalah yang paling bertakwa. Aku meyakini sedang berada didepan sebuah kebenaran yang tak mungkin berasal dari manusia.

Aku membandingkan ajaran Trinitas dengan ajaran Tauhid dalam Islam. Aku merasa bahwa Islam lebih rasional. Karena tidak mungkin tiga Tuhan mengatur satu alam dengan rapih seperti ini. “Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang”. (QS. 36 : 40). Ini suatu hal yang mustahil terjadi dan taka akan memuaskan orang yang berakal dan mau berfikir.

Aku merasakan betapa orang-orang Islam menghormati Isa A.S. dan ibunya. Menempatkan mereka pada kedudukan yang sama. Ini hanya ada dalam Islam atau ajaran Nasrani yang masih murni, adapun yang diucapkan para pendeta dan pastur adalah kebohongan belaka.

Aku membaca terjemahan Al-Qur’an dan akupun bertambah yakin bahwa Islam adalah agama yang hak yang tidak mungkin dibuat oleh manusia. Aku mencoba bergabung dengan komunitas muslim dan aku mendapati mereka dengan perangai yang baik, toleransi dan saling membimbing. Hal ini tidak aku dapatkan selama bergaul dengan orang-orang Nasrani yang hanya melihat warna kulitku dan bukan kepribadianku.

Inilah kisah masuk Islamnya juara tinju dunia Muhammad Ali Clay yang mengumumkan ke-Islaman-nya terang-terangan pada saat kemenangannya, seolah-olah dia ingin memberikan pukulan keras kepada para taghut seperti yang dialami oleh lawannya Sony Le Stone.

Masuk Islam-nya bukanlah akhir dari segalanya tapi baru permulaan, karena hari itu adalah hari kelahirannya yang sebenarnya. Dia memulai hidup barunya dari sini, dia tinggalkan seluruh masa lalunya yang bertentangan dengan Islam dan memfokuskan perhatiannya hanya kepada Allah. Surat yang pertama kali dia hafal adalah Al-Fatihah yang ia memulai perjalanan kedamaian dan keimanan.

Muhammad Ali berziarah ke Mekkah tahun 1973, berkali-kali dia kesana dan juga ke Madinah Al-Munawwarh. Dia memohon ampunan kepada Allah atas dosa-dosa yang telah dilakukannya sebelum masuk Islam, dan memohon kepada-Nya agar memberinya husnul khatimah.

Sekarang dia adalah seorang pemimpin keluarga muslim. Dia memberi nama puteri-puterinya dengan nama-nama yang Islami adalah : Muhammad, Maryam, Rasyidah, Khalilah, Jamilah, Hana dan Laila. Mereka mempelajari Islam dan senantiasa pergi ke masjid untuk untuk menjalin hubungan yang abadi dengan Tuhan mereka dan anak-anak muslim lainnya.

Kini dia termasuk orang-orang yang giat berdakwah di Amerika dan memberikan dana. Meskipun demikian dia masih merasa belum memberikan yang terbaik untuk Islam. Dibenaknya ada harapan dan keinginan untuk memberikan lebih banya untuk pengabdian kepada agama Allah dan menegakkan kalimah-Nya.

Kilas Balik

* 17 Januari 1942: Lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay, Jr. dari ayah Cassius Marcellus Clay, Sr., seorang pelukis billboard (papan iklan) dan rambu lalu lintas dan ibu Odessa Grady Clay, seorang pencuci pakaian.

* Pada usia 12 tahun, Clay, jr. melapor kepada polisi bernama Joe Martin, bahwa sepeda BMX barunya dicuri orang. Joe Martin, yang juga seorang pelatih tinju di Louisville, mengajari Clay kecil cara bertinju agar dapat menghajar si pencuri sepeda. Clay kecil sangat antusias berlatih tinju di bawah bimbingan Martin.

* 1960: Meraih medali emas kelas berat ringan Olimpiade 1960 di Roma, Italia.

* 29 Oktober 1960: Debut pertama di ring profesional. Menang angka 6 ronde atas Tunney Hunsaker.

* 25 Februari 1964: Merebut gelar juara dunia kelas berat dengan menang TKO ronde 7 dari 15 ronde yang direncanakan atas Sonny Liston di Florida, AS. Liston mengalami cedera pada leher yang membuatnya mengundurkan diri dari pertandingan.

* Segera setelah menang atas Liston, Clay memproklamirkan agama dan nama barunya, Muhammad Ali, serta masuknya dia dalam kelompook Nation of Islam yang kontroversial. (Pada buku biografi Ali yang diluncurkan pada tahun 2004, Ali mengaku sudah tidak bergabung dengan NOI, tapi bergabung dengan jamaah Islam Sunni pada tahun 1975.

* 25 Mei 1965: tanding ulang antara Ali melawan Liston yang penuh kontroversi. Pukulan Ali yang begitu cepat menimbulkan spekulasi di kalangan tinju yang menyebut pukulan Ali sebagai 'phantom punch'. Pukulan itu begitu cepat, sehingga tidak tampak mengenai Liston yang roboh. Banyak isu yang berkembang, termasuk suap dan ancaman orang-orang NOI terhadap Liston dan keluarganya, tapi Liston membantah semua itu dengan menyatakan pukulan Ali menghantamnya dengan keras.

* 1967 - 1970 Ali diskors oleh Komisi Tinju karena menolak program wajib militer pemerintah AS dalam perang Vietnam. Ungkapannya yang terkenal dalam menolak wamil ini, "Saya tidak ada masalah dengan orang-orang Vietcong, dan tidak ada satupun orang Vietcong yang memanggilku dengan sebutan Nigger!"

* 8 Maret 1971, Ali kalah angka dari Joe Frazier di New York, dan harus menyerahkan gelarnya.

* 30 Oktober 1974: Rumble in the Jungle. Ali merebut kembali gelar juara kelas berat WBC dan WBA setelah menumbangkan George Foreman di Kinsasha, Zaire pada ronde ke 8.

* 1 Oktober 1975: Thrilla in Manila. Presiden Ferdinand Marcos memboyong pertandingan Ali vs Fraizer III ke kota Manila, Filipina. Ali menang TKO ronde 14 dalam pertandingan yang sangat seru dan menegangkan, bahkan disebut sebagai salah satu "pertandingan tinju terbaik abad ini". Frazier yang kelelahan akhirnya menyerah dan tidak mau melanjutkan pertandingan pada istirahat menjelang ronde ke-15. Setelah itu, saat akan wawancara dengan televisi, Ali terjatuh karena kehabisan tenaga; setelah istirahat beberapa menit, wawancara bisa dilakukan, tapi Ali harus duduk di bangku karena sudah kehabisan tenaga.

* 15 September 1978: Ali mengalahkan Leon Spinks dengan angka 15 ronde di New Orleans. Ali mengukuhkan diri sebagai petinju pertama yang merebut gelar juara kelas berat sebanyak 3 kali.

* 6 September 1979: Ali menyatakan mengundurkan diri dari tinju, dan gelar dinyatakan kosong.

* 2 Oktober 1980: Ali kembali ke ring tinju, melawan bekas kawan latih tandingnya, Larry Holmes, yang telah menjadi juara dunia kelas berat dalam pertandingan yang diberi judul "The Last Hurrah". Dalam pertandingan yang berat sebelah, Ali tidak mampu berkutik, sedang Holmes tampak tidak tega 'menghabisi' Ali yang tak berdaya. Ali menyerah dan mengundurkan diri pada ronde 11, Holmes dinyatakan menang TKO.

* Disebutkan, dalam laporan medis yang dilakukan di Mayo Clinic, Ali dinyatakan menderita gejala sindrom Parkinson seperti tangan yang gemetar, bicara yang mulai lamban, serta ada indikasi bahwa ada kerusakan pada selaput (membran) di otak Ali. Namun Don King merahasiakan hasil medis ini, dan pertandingan Ali vs Holmes tetap berlangsung.

* Sebelum pertandingan melawan Larry Holmes ini, Dr. Ferdie Pacheco, dokter pribadi yang telah mendampingi Ali selama puluhan tahun, dengan terpaksa mengundurkan diri karena Ali tidak mau mendengarkan nasehatnya untuk menolak pertandingan melawan Holmes, dan lebih memilih bertanding melawan Holmes. Dalam salah satu buku biografi Ali, Pacheco mengemukakan bahwa selama latihan Ali sempat kencing darah akibat kerusakan ginjal terkena pukulan, dia juga mengemukakan bahwa Ali sudah memiliki gejala sindrom Parkinson sejak sebelum pertandingan ini.

* Setelah pertandingan tersebut, dilakukan cek medis ulang, dan hasilnya menguatkan hasil sebelumnya.

* 11 Desember 1981, sekali lagi Ali yang sudah uzur, mencoba kembali ke dunia tinju melawan Trevor Berbick di Bahama dalam pertandingan yang diberi tajuk "Drama in Bahama". Dalam kondisi renta, Ali mampu tampil lebih bagus daripada saat melawan Holmes, walaupun akhirnya kalah angka 10 ronde. Setelah pertandingan ini, Ali benar-benar pensiun dari dunia tinju.
By Post  : Berry Anafia
Sumber  : biografi-muhammad-ali-juara-dunia-tinju.html
 
 
 
 
 

Rabu, 27 November 2013



Peristiwa 10 November


Pertempuran Surabaya
Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme. 

Kronologi penyebab peristiwa

Kedatangan Tentara Jepang ke Indonesia

Tanggal 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian tanggal 8 Maret 1942, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang berdasarkan Perjanjian Kalijati. Setelah penyerahan tanpa syarat tesebut, Indonesia secara resmi diduduki oleh Jepang.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus 1945. Dalam kekosongan kekuasaan asing tersebut, Soekarno kemudian memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Kedatangan Tentara Inggris & Belanda

Setelah kekalahan pihak Jepang, rakyat dan pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945. Tentara Inggris datang ke Indonesia tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) atas keputusan dan atas nama Blok Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan perang yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Namun selain itu tentara Inggris yang datang juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda sebagai negeri jajahan Hindia Belanda. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris untuk tujuan tersebut. Hal ini memicu gejolak rakyat Indonesia dan memunculkan pergerakan perlawanan rakyat Indonesia di mana-mana melawan tentara AFNEI dan pemerintahan NICA.

Insiden di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya

Hotel Oranye di Surabaya tahun 1911.
Setelah munculnya maklumat pemerintah Indonesia tanggal 31 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia, gerakan pengibaran bendera tersebut makin meluas ke segenap pelosok kota Surabaya. Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru / Hotel Yamato (bernama Oranje Hotel atau Hotel Oranye pada zaman kolonial, sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. Tunjungan no. 65 Surabaya.
Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch. Ploegman pada sore hari tanggal 18 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia, hendak mengembalikan kekuasan kembali di Indonesia, dan melecehkan gerakan pengibaran bendera Merah Putih yang sedang berlangsung di Surabaya.
Pengibaran bendera Indonesia setelah bendera belanda berhasil disobek warna birunya di hotel Yamato
Tak lama setelah mengumpulnya massa di Hotel Yamato, Residen Soedirman, pejuang dan diplomat yang saat itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu, sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI, datang melewati kerumunan massa lalu masuk ke hotel Yamato dikawal Sidik dan Hariyono. Sebagai perwakilan RI dia berunding dengan Mr. Ploegman dan kawan-kawannya dan meminta agar bendera Belanda segera diturunkan dari gedung Hotel Yamato. Dalam perundingan ini Ploegman menolak untuk menurunkan bendera Belanda dan menolak untuk mengakui kedaulatan Indonesia. Perundingan berlangsung memanas, Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan. Ploegman tewas dicekik oleh Sidik, yang kemudian juga tewas oleh tentara Belanda yang berjaga-jaga dan mendengar letusan pistol Ploegman, sementara Soedirman dan Hariyono melarikan diri ke luar Hotel Yamato. Sebagian pemuda berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Hariyono yang semula bersama Soedirman kembali ke dalam hotel dan terlibat dalam pemanjatan tiang bendera dan bersama Koesno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan mengereknya ke puncak tiang bendera kembali sebagai bendera Merah Putih.
Setelah insiden di Hotel Yamato tersebut, pada tanggal 27 Oktober 1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris . Serangan-serangan kecil tersebut di kemudian hari berubah menjadi serangan umum yang banyak memakan korban jiwa di kedua belah pihak Indonesia dan Inggris, sebelum akhirnya Jenderal D.C. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi.

Kematian Brigadir Jenderal Mallaby


Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945, keadaan berangsur-angsur mereda. Walaupun begitu tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya. Bentrokan-bentrokan bersenjata di Surabaya tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober 1945 sekitar pukul 20.30. Mobil Buick yang ditumpangi Brigadir Jenderal Mallaby berpapasan dengan sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah. Kesalahpahaman menyebabkan terjadinya tembak menembak yang berakhir dengan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby oleh tembakan pistol seorang pemuda Indonesia yang sampai sekarang tak diketahui identitasnya, dan terbakarnya mobil tersebut terkena ledakan granat yang menyebabkan jenazah Mallaby sulit dikenali. Kematian Mallaby ini menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berakibat pada keputusan pengganti Mallaby, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh untuk mengeluarkan ultimatum 10 November 1945 untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA.

Perdebatan tentang pihak penyebab baku tembak

Tom Driberg, seorang Anggota Parlemen Inggris dari Partai Buruh Inggris (Labour Party). Pada 20 Februari 1946, dalam perdebatan di Parlemen Inggris (House of Commons) meragukan bahwa baku tembak ini dimulai oleh pasukan pihak Indonesia. Dia menyampaikan bahwa peristiwa baku tembak ini disinyalir kuat timbul karena kesalahpahaman 20 anggota pasukan India pimpinan Mallaby yang memulai baku tembak tersebut tidak mengetahui bahwa gencatan senjata sedang berlaku karena mereka terputus dari kontak dan telekomunikasi. Berikut kutipan dari Tom Driberg:
"... Sekitar 20 orang (serdadu) India (milik Inggris), di sebuah bangunan di sisi lain alun-alun, telah terputus dari komunikasi lewat telepon dan tidak tahu tentang gencatan senjata. Mereka menembak secara sporadis pada massa (Indonesia). Brigadir Mallaby keluar dari diskusi (gencatan senjata), berjalan lurus ke arah kerumunan, dengan keberanian besar, dan berteriak kepada serdadu India untuk menghentikan tembakan. Mereka patuh kepadanya. Mungkin setengah jam kemudian, massa di alun-alun menjadi bergolak lagi. Brigadir Mallaby, pada titik tertentu dalam diskusi, memerintahkan serdadu India untuk menembak lagi. Mereka melepaskan tembakan dengan dua senapan Bren dan massa bubar dan lari untuk berlindung; kemudian pecah pertempuran lagi dengan sungguh gencar. Jelas bahwa ketika Brigadir Mallaby memberi perintah untuk membuka tembakan lagi, perundingan gencatan senjata sebenarnya telah pecah, setidaknya secara lokal. Dua puluh menit sampai setengah jam setelah itu, ia (Mallaby) sayangnya tewas dalam mobilnya-meskipun (kita) tidak benar-benar yakin apakah ia dibunuh oleh orang Indonesia yang mendekati mobilnya; yang meledak bersamaan dengan serangan terhadap dirinya (Mallaby). Saya pikir ini tidak dapat dituduh sebagai pembunuhan licik... karena informasi saya dapat secepatnya dari saksi mata, yaitu seorang perwira Inggris yang benar-benar ada di tempat kejadian pada saat itu, yang niat jujurnya saya tak punya alasan untuk pertanyakan ... " 

10 November 1945

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.
Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan Tentara Keamanan Rakyat TKR juga telah dibentuk sebagai pasukan negara. Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.
Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan berskala besar, yang diawali dengan pengeboman udara ke gedung-gedung pemerintahan Surabaya, dan kemudian mengerahkan sekitar 30.000 infanteri, sejumlah pesawat terbang, tank, dan kapal perang.
Inggris kemudian membombardir kota Surabaya dengan meriam dari laut dan darat. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia kemudian berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan ribuan penduduk sipil jatuh menjadi korban dalam serangan tersebut, baik meninggal maupun terluka.
 
Di luar dugaan pihak Inggris yang menduga bahwa perlawanan di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo tiga hari, para tokoh masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo yang berpengaruh besar di masyarakat terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris.
Tokoh-tokoh agama yang terdiri dari kalangan ulama serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) shingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung lama, dari hari ke hari, hingga dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran skala besar ini mencapai waktu sampai tiga minggu, Bung Tomo di Surabaya, salah satu pemimpin revolusioner Indonesia yang paling dihormati. Foto terkenal ini bagi banyak orang yang terlibat dalam Revolusi Nasional Indonesia mewakili jiwa perjuangan revolusi utama Indonesia saat itu.sebelum seluruh kota Surabaya akhirnya jatuh di tangan pihak Inggris.
Setidaknya 6,000 - 16,000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 - 2000 tentara. Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.

Posting By  : Kelompok 3 :1. Desi Oktavia
                                         2. Ina Indriani
                                         3. Septi Awalia
                                         4. Berry Anafia
                                         5. Risky Apriansyah
                                         6. Nurul Hidayat
Sumber       : .wikipedia.org/wiki/Peristiwa_10_November

Selasa, 26 November 2013

Kue Brownies

Cara Membuat Kue Brownies Kukus Lembut dan Nikmat


Bahan-bahan :
  • 150 gram tepung terigu
  • 20 gram bubuk coklat
  • ½ sendok teh baking powder
  • 50 gram dark cooking chocolate, dilelehkan
  • 200 gram mentega, dilelehkan
  • 5 butir telur
  • 150 gram gula pasir
  • ½ sendok makan emulsifier
  • 50 ml susu kental manis coklat
  • ¼ sendok teh vanili
  • 50 gram meises
  • 50 gram kacang mede, cincang kasar

Cara Membuat Kue Brownies Kukus Lembut dan Nikmat :
  1. Campurkan tepung terigu, bubuk cokelat dan baking powder, aduk-aduk hingga rata dan ayak lalu sisihkan.
  2. Kocoklah telur, emulsifier, dan gula pasir hingga berwarna putih. Masukkan campuran tepung terigu, aduk merata. Tambahkan susu kental manis cokelat, lelehan coklat, vanili serta mentega yang melelehk. Aduk-aduklah hingga rata.
  3. Tuangkan dua per tiga adonan ke dalam loyang dengan ukuran 20 x 20 cm yang sudah diberi olesan mentega dan diberi alsa kertas roti. Kukuslah dengan mengguakan api kecil selama 15 menit. Keluarkan loyang dari dandang, lalu taburilah dengan meises pada permukaan brownies.
  4. Tuangkan sisa adonan diatas lapisan pertama. Taburi dengan kacang mede dan kukuslah kembali adonan selama kira-kira 40 menit. Angkat dan dinginkan kue. Potong-potong sesuai selera. Adonan diatas menghasilkan 25 potong kue brownies.
sumber : Menuinternasional.blogspot.com

Kasus Bank Century

Diperiksa di Kantor Wapres, Boediono Tak Bisa Beri Contoh yang Baik
GERI ADITYA
Wapres Boediono memberikan keterangan pers seusai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dana talangan Bank Century di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2013) malam. ANTARA FOTO/Geri Aditya 
 
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu AjiTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya mengembalikan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum dalam pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali tercoreng. Hal ini karena sikap Wakil Presiden Boediono yang tak bisa berikan contoh sebagai warga negara yang baik."Jelas menurun, apalagi kasus Century terus mengalir dan masih akan terus dikaitkan dengan Boediono. Jelas mengguncang pemerintahan SBY," kata peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby kepada wartawan di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (24/11/2013).Menurut Adjie sikap Boediono yang lebih memilih kantornya sebagai lokasi untuk pemeriksaan tidak menunjukkan suri tauladan yang baik terhadap penegakan hukum di Indonesia."Beliau pejabat publik, sekelas wapres malah memilih diperiksa diam-diam dan di kantor wapres seakan-akan istimewa. Ini komitmen pemerintahan SBY untuk penegakan hukum dan pemberantasan korupsi semakin diragukan. Akibatnya nanti pemerintah bisa alami delegitimasi," jelasnya.Lebih lanjut dikatakan Adjie publik punya hak untuk mengetahui informasi mengenai pejabat publiknya. Seharusnya kata Adjie Boediono datang baik-baik ke KPK sebagai itikad baik pejabat publik yang bertanggung jawab."Sikap KPK dan Boediono yang diam-diam ini makin menegaskan ke publik bahwa proses Century makin diragukan penyelesaiannya," ujarnya.Sebelumnya, tim penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang kini menjabat Wakil Presiden, Boediono, di kantor Wakil Presiden Jalan Veteran, Jakarta, Sabtu (23/11/2013). Boediono diperiksa sekitar 8 jam dari pukul 10.00  WIB sampai sekitar pukul 19.00 WIB.Keterangan pers Boediono dilaksanakan pukul 19.45 WIB molor sekitar 45 menit dari jadwal awal pukul 19.00 WIB. Pemeriksaan Boediono di kantor Wapres luput dari perhatian wartawan. Pasalnya wartawan sejak pagi hingga sore telah menunggu di kantor Wapres namun tidak melihat adanya penyidik KPK.Boediono yang mengenakan kemeja putih mengaku percaya kepada KPK untuk menyelesaikan kasus Century agar menemukan kebenaran hukum.

Posting by : Risky Apriansyah
Sumber     : http://www.tribunnews.com/topics/kasus-bank-century

Jumat, 22 November 2013

Strawberry Lime Squash


STRAWBERRY LIME SQUASH
Penilaian :

Strawberry lime squash adalah salah satu minuman yang dapat Anda sajikan untuk melengkapi kemeriahan hari istimewa yang sedang Anda rayakan. Dengan warnanya yang cantik dan rasanya yang segar pasti menjadi minuman favorit tamu-tamu Anda.


Bahan-bahan/bumbu-bumbu:
250 gram stroberi, dipotong-potong
1 sendok makan air jeruk nipis 
50 ml sirop stroberi 
100 gram gula pasir 
500 gram es serut 
1 sendok teh selasih, direndam, ditiriskan
1 buah jeruk nipis, diiris tipis
2 kaleng air soda tawar dingin 

Cara membuat:
  1. Blender stroberi, air jeruk nipis, sirup stroberi, gula, dan es serut sampai lembut.
  2. Sajikan bersama selasih, jeruk nipis iris, dan air soda tawar.






Nama:Septi Awaliah
Kelas:9B 




Sumber:Wikipedia






Cerita Rakyat

 
CERITA  SANGKURIANG
 
 
Pada jaman dahulu, di Jawa Barat hiduplah seorang putri raja yang bernama Dayang Sumbi. Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu di dalam hutan. Setiap berburu, dia selalu ditemani oleh seekor anjing kesayangannya yang bernama Tumang. Tumang sebenarnya adalah titisan dewa, dan juga bapak kandung Sangkuriang, tetapi Sangkuriang tidak tahu hal itu dan ibunya memang sengaja merahasiakannya.
 Pada suatu hari, seperti biasanya Sangkuriang pergi ke hutan untuk berburu. Setelah sesampainya di hutan, Sangkuriang mulai mencari buruan. Dia melihat ada seekor burung yang sedang bertengger di dahan, lalu tanpa berpikir panjang Sangkuriang langsung menembaknya, dan tepat mengenai sasaran. Sangkuriang lalu memerintah Tumang untuk mengejar buruannya tadi, tetapi si Tumang diam saja dan tidak mau mengikuti perintah Sangkuriang. Karena sangat jengkel pada Tumang, maka Sangkuriang lalu mengusir Tumang dan tidak diijinkan pulang ke rumah bersamanya lagi.
Sesampainya di rumah, Sangkuriang menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya. Begitu mendengar cerita dari anaknya, Dayang Sumbi sangat marah. Diambilnya sendok nasi, dan dipukulkan ke kepala Sangkuriang. Karena merasa kecewa dengan perlakuan ibunya, maka Sangkuriang memutuskan untuk pergi mengembara, dan meninggalkan rumahnya. 
Setelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali perbuatannya. Ia berdoa setiap hari, dan meminta agar suatu hari dapat bertemu dengan anaknya kembali. Karena kesungguhan dari doa Dayang Sumbi tersebut, maka Dewa memberinya sebuah hadiah berupa kecantikan abadi dan usia muda selamanya.
Setelah bertahun-tahun lamanya Sangkuriang mengembara, akhirnya ia berniat untuk pulang ke kampung halamannya. Sesampainya di sana, dia sangat terkejut sekali, karena kampung halamannya sudah berubah total. Rasa senang Sangkuriang tersebut bertambah ketika saat di tengah jalan bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik jelita, yang tidak lain adalah Dayang Sumbi. Karena terpesona dengan kecantikan wanita tersebut, maka Sangkuriang langsung melamarnya. Akhirnya lamaran Sangkuriang diterima oleh Dayang Sumbi, dan sepakat akan menikah di waktu dekat. Pada suatu hari, Sangkuriang meminta ijin calon istrinya untuk berburu di hatan. Sebelum berangkat, ia meminta Dayang Sumbi untuk mengencangkan dan merapikan ikat kapalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi, karena pada saat dia merapikan ikat kepala Sangkuriang, Ia melihat ada bekas luka. Bekas luka tersebut mirip dengan bekas luka anaknya. Setelah bertanya kepada Sangkuriang tentang penyebab lukanya itu, Dayang Sumbi bertambah tekejut, karena ternyata benar bahwa calon suaminya tersebut adalah anaknya sendiri.
Dayang Sumbi sangat bingung sekali, karena dia tidak mungkin menikah dengan anaknya sendiri. Setelah Sangkuriang pulang berburu, Dayang Sumbi mencoba berbicara kepada Sangkuriang, supaya Sangkuriang membatalkan rencana pernikahan mereka. Permintaan Dayang Sumbi tersebut tidak disetujui Sangkuriang, dan hanya dianggap angin lalu saja.
Setiap hari Dayang Sumbi berpikir bagaimana cara agar pernikahan mereka tidak pernah terjadi. Setelah berpikir keras, akhirnya Dayang Sumbi menemukan cara terbaik. Dia mengajukan dua buah syarat kepada Sangkuriang. Apabila Sangkuriang dapat memenuhi kedua syarat tersebut, maka Dayang Sumbi mau dijadikan istri, tetapi sebaliknya jika gagal maka pernikahan itu akan dibatalkan. Syarat yang pertama Dayang Sumbi ingin supaya sungai Citarum dibendung. Dan yang kedua adalah, meminta Sangkuriang untuk membuat sampan yang sangat besar untuk menyeberang sungai. Kedua syarat itu harus diselesai sebelum fajar menyingsing.
Sangkuriang menyanggupi kedua permintaan Dayang Sumbi tersebut, dan berjanji akan menyelesaikannya sebelum fajar menyingsing. Dengan kesaktian yang dimilikinya, Sangkuriang lalu mengerahkan teman-temannya dari bangsa jin untuk membantu menyelesaikan tugasnya tersebut. Diam-diam, Dayang Sumbi mengintip hasil kerja dari Sangkuriang. Betapa terkejutnya dia, karena Sangkuriang hampir menyelesaiklan semua syarat yang diberikan Dayang Sumbi sebelum fajar.
Dayang Sumbi lalu meminta bantuan masyarakat sekitar untuk menggelar kain sutera berwarna merah di sebelah timur kota. Ketika melihat warna memerah di timur kota, Sangkuriang mengira kalau hari sudah menjelang pagi. Sangkuriang langsung menghentikan pekerjaannya dan merasa tidak dapat memenuhi syarat yang telah diajukan oleh Dayang Sumbi.
Dengan rasa jengkel dan kecewa, Sangkuriang lalu menjebol bendungan yang telah dibuatnya sendiri. Karena jebolnya bendungan itu, maka terjadilah banjir dan seluruh kota terendam air. Sangkuriang juga menendang sampan besar yang telah dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh tertelungkup, lalu menjadi sebuah gunung yang bernama Tangkuban Perahu.
Nama:Desi oktavia
Kelas:IX B

Rabu, 30 Oktober 2013

Sejarah Facebook

Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial yang diluncurkan pada bulan Februari 2004, dimiliki dan dioperasikan oleh Facebook, Inc.[5] Pada September 2012, Facebook memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif,[6] lebih dari separuhnya menggunakan telepon genggam.[7] Pengguna harus mendaftar sebelum dapat menggunakan situs ini. Setelah itu, pengguna dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman, dan bertukar pesan, termasuk pemberitahuan otomatis ketika mereka memperbarui profilnya. Selain itu, pengguna dapat bergabung dengan grup pengguna dengan ketertarikan yang sama, diurutkan berdasarkan tempat kerja, sekolah atau perguruan tinggi, atau ciri khas lainnya, dan mengelompokkan teman-teman mereka ke dalam daftar seperti "Rekan Kerja" atau "Teman Dekat".
Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama teman sekamarnya dan sesama mahasiswa Universitas Harvard, Eduardo Saverin, Andrew McCollum, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes.[8] Keanggotaan situs web ini awalnya terbatas untuk mahasiswa Harvard saja, kemudian diperluas ke perguruan lain di Boston, Ivy League, dan Universitas Stanford. Situs ini secara perlahan membuka diri kepada mahasiswa di universitas lain sebelum dibuka untuk siswa sekolah menengah atas, dan akhirnya untuk setiap orang yang berusia minimal 13 tahun. Meski begitu, menurut survei Consumer Reports bulan Mei 2011, ada 7,5 juta anak di bawah usia 13 tahun yang memiliki akun Facebook dan 5 juta lainnya di bawah 10 tahun, sehingga melanggar persyaratan layanan situs ini.[9]
Studi Compete.com bulan Januari 2009 menempatkan Facebook sebagai layanan jejaring sosial yang paling banyak digunakan menurut jumlah pengguna aktif bulanan di seluruh dunia.[10] Entertainment Weekly menempatkannya di daftar "terbaik" akhir dasawarsa dengan komentar, "Bagaimana caranya kita menguntit mantan kekasih kita, mengingat ulang tahun rekan kerja kita, mengganggu teman kita, dan bermain Scrabulous sebelum Facebook diciptakan?"[11] Quantcast memperkirakan Facebook memiliki 138,9 juta pengunjung bulanan di AS pada Mei 2011.[12] Menurut Social Media Today pada April 2010, sekitar 41,6% penduduk Amerika Serikat memiliki akun Facebook.[13] Meski begitu, pertumbuhan pasar Facebook mulai turun di sejumlah wilayah dengan hilangnya 7 juta pengguna aktif di Amerika Serikat dan Kanada pada Mei 2011.[14]
Nama layanan ini berasal dari nama buku yang diberikan kepada mahasiswa pada tahun akademik pertama oleh beberapa pihak administrasi universitas di Amerika Serikat dengan tujuan membantu mahasiswa mengenal satu sama lain. Facebook memungkinkan setiap orang berusia minimal 13 tahun menjadi pengguna terdaftar di situs ini.[15]

Posting by : Nurul Hidayat
Sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Facebook

Selasa, 29 Oktober 2013

sejarah tik di indonesia

                              SEJARAH TIK DI INDONESIA

Awalnya tahun -1986 -1987 dimulai dari jaringan radio di Indonesia Robby Soebiakto merupakan pioneer di kalangan pelaku radio amatir Indonesia yang mengaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS) yang merupakan jaringan e-mail store dan forward yang mengaitkan banyak "server" BBS amatir radio seluruh dunia agar e-mail dapat berjalan dengan lancar.
Diawal tahun 1990 Onno W Purbo yang waktu itu berada di Kanada dengan panggilan YC1DAV/VE3 dengan rekan-rekan radio amatir yang ada di Indonesia dilakukan melalui jaringan radio amatir. dengan peralatan PC/XT dan walkie talkie 2 meteran, komunikasi antara Indonesia dan Kanada terus dilakukan dengan lancar. Robby Soebiakto berhasil membangun gateway amatir satelit di rumahnya di CInere melalui satelit - satelit OSCAR milik radio amatir kemudian melakukan komunikasi lebih lanjut yang lebih cepat antara Indonesia dan Kanada.
Sekitar tahun 1990-an jaringan internet di Indonesia mulai ada dengan diperkenalkan dengan nama paguyuban network. seperti halnya group atau komunitas yang solid saling bahu - membahu berkerja sama dan bergotong royong. Sejak tahun 1988, pengguna awal internet di Indonesia memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS).
Internet Service Provider  di Indonesia  disekitar tahun 1994 mulai beroperasi di awali berdinya IndoNet yang diprakarsai Sanjaya. Pada waktu itu POS dan TELKOM  belum melirik celah bisnis internet, dan pengguna internet di Indonesia masih jarang yang memakai. Sambungan awal internet dilakukan menggunakan dial up oleh IndoNet. Lokasinya berada di daerah Rawamangun, komplek di Universitas Indonesia, ketika itu ayah Sanjaya adalah Dosen UI.
Akses awal menggunakan kode teks dengan Shell Account, Browser Lynx dan email client pine pada server AIX. 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. dengan memakai Remote Browser di AS sehingga pemakaian internet di Indonesia dapat menggunakan fasilitas http (Hypertext Transfer Protocol)
Perkembangan terkini banyak yang memakai internet sebagai fasilitas pengiriman data, maupun bisnis online (E-commerce) ditunjang lagi banyaknya Warnet yang makin menjamur serta fasilitas gadget dan smartphone yang semakin canggih memudahkan untuk mengakses Internet.

Jumat, 25 Oktober 2013




Kasus Akil Mochtar Diduga Terkait Skandal Century
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Bambang Soesatyo (tengah) 

Tribunnews.com, JAKARTA - - Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo mengakui kredibilitas Mahkamah Konstitusi (MK) saat ini memang sudah di bawah titik nol, tetapi pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) jangan ikut-ikutan mendeligitimasi MK.

"Sebaliknya, pemerintah bersama semua lembaga tinggi negara harus segera bekerja keras memulihkan kredibilitas MK di mata rakyat. Fungsi MK untuk membuat keputusan-keputusan yang legitimate harus ditegakan," kata Bambang dalam keterangannya, Rabu (9/10/2013).

Menurut politisi Golkar ini menegakkan kembali fungsi MK sangat jelas urgensinya. Selain mengantisipasi kemungkinan munculnya sengketa baru dari rangkaian pilkada maupun Pilgub, MK pun harus mengantisipasi progres dari proses hukum mega skandal Bank Century. "Akhir-akhir ini, Penyelidilkan dan penyidikan kasus Bank Century mencatat sejumlah kemajuan, utamanya dari pengakuan Robert Tantular," kata Bambang.

Dikatakan munculnya fakta baru plus kesaksian pihak-pihak terkait bisa mendorong DPR menggunakan Hak menyatakan pendapat (HMP) terkait peran dan tanggungjawab mantan Gubernur BI, Boediono, yang kini menjabat Wakil Presiden. "Jelas bahwa MK harus dalam kondisi solid dan independen ketika DPR harus memilih HMP," kata Bambang.
 
Oleh karena itu, Bambang mengatakan  MK tidak boleh dikooptasi oleh pemerintah atau presiden SBY."Terlalu besar risikonya jika muncul kesan MK sudah disusupi sosok-sosok titipan presiden. Maka, dalam proses rekruitmen Ketua MK pengganti Akil Mochtar, presiden sebaiknya menahan diri untuk tidak melakukan intervensi terlalu jauh," kata dia.

Dijelaskan apa yang terjadi pada ketua MK saat ini mengingatkan orang pada nasib mantan Ketua KPK Antasari Azhar. "Antasari menjadi ketua KPK yang bermasalah dengan hukum ketika dia berniat membongkar kejahatan yang terjadi dalam Pemilu 2009," kata dia.

Kini, menurut Bambang, lewat kasus suap yang melibatkan Akil Mochtar, MK dilumpuhkan saat penyidikan skandal Bank Century yang diduga melibatkan penguasa mencatat kemajuan signifikan. "MK dilumpuhkan untuk mengantisipasi HMP DPR atas kasus Bank Century," kata


By Post : Risky Apriansyah
Sumber : http://www.tribunnews.com

DAFTAR JUARA Liga Inggris (1888-2012)

DAFTAR JUARA Liga Inggris (1888-2012)                  
    

Sukses Manchester United setelah merebut gelar Liga Primer Inggris ke-19 akhirnya berhasil dihambat Manchester City persis pada pekan penutup kompetisi, Minggu (13/5).

Keberhasilan City merebut gelar keempat mereka sepanjang sejarah berlangsung dramatis. Di tengah tekanan karena United sudah memimpin 1-0 di markas Sunderland, City malah tertinggal 2-1 dari Queens Park Rangers sejak awal babak kedua hingga pertandingan memasuki tambahan waktu.

Berkat keunggulan jumlah pemain setelah kartu merah kapten QPR Joey Barton serta gempuran tanpa henti, City akhirnya memetik dua gol beruntun melalui Edin Dzeko dan Sergio Aguero. Skor berubah 3-2 sekaligus membatalkan pesta United. Perayaan yang tadinya disiapkan di Stadium of Light pun dalam sekejap berpindah ke Etihad.

Perebutan gelar juara Liga Primer musim ini berjalan menarik karena dua saingan utama, City dan United, susul menyusul memasuki bulan-bulan penentuan. Awalnya City memimpin jauh sampai pelan-pelan disusul United. Bahkan sang juara bertahan sempat unggul delapan poin hingga akhirnya kembali didekati City. Puncaknya, City memenangi laga derby 1-0 pada pekan ke-36. Dengan dua laga tersisa, City tak lagi melakukan kesalahan dan berhasil merebut gelar juara liga, meski dengan memaksa para pendukungnya senam jantung.

TAHUN | JUARA | RUNNER UP

Liga Sepakbola (1888-1892)
1888–89 Preston North End Aston Villa
1889–90 Preston North End Everton
1890–91 Everton Preston North End
1891–92 Sunderland Preston North End

Divisi Utama (1892-1992)
1892–93 Sunderland Preston North End
1893–94 Aston Villa Sunderland
1894–95 Sunderland Everton
1895–96 Aston Villa Derby County
1896–97 Aston Villa Sheffield United
1897–98 Sheffield United Sunderland
1898–99 Aston Villa Liverpool
1899–1900 Aston Villa
1900–01 Liverpool Sunderland
1901–02 Sunderland Everton
1902–03 Sheffield Wednesday Aston Villa
1903–04 Sheffield Wednesday Manchester City
1904–05 Newcastle United Everton
1905–06 Liverpool Preston North End
1906–07 Newcastle United Bristol City
1907–08 Manchester United Aston Villa
1908–09 Newcastle United Everton
1909–10 Aston Villa Liverpool
1910–11 Manchester United Aston Villa
1911–12 Blackburn Rovers Everton
1912–13 Sunderland Aston Villa
1913–14 Blackburn Rovers Aston Villa
1914–15 Everton Oldham Athletic
1915/16–1918/19 Perang Dunia I
1919–20 West Bromwich Albion Burnley
1920–21 Burnley Manchester City
1921–22 Liverpool Tottenham Hotspur
1922–23 Liverpool Sunderland
1923–24 Huddersfield Town Cardiff City
1924–25 Huddersfield Town West Bromwich Albion
1925–26 Huddersfield Town Arsenal
1926–27 Newcastle United Huddersfield Town
1927–28 Everton Huddersfield Town
1928–29 Sheffield Wednesday Leicester City
1929–30 Sheffield Wednesday Derby County
1930–31 Arsenal Aston Villa
1931–32 Everton Arsenal
1932–33 Arsenal Aston Villa
1933–34 Arsenal Huddersfield Town
1934–35 Arsenal Sunderland
1935–36 Sunderland Derby County
1936–37 Manchester City Charlton Athletic
1937–38 Arsenal Wolverhampton Wanderers
1938–39 Everton Wolverhampton Wanderers
1939/40–1945/46 Perang Dunia II
1946–47 Liverpool Manchester United
1947–48 Arsenal Manchester United
1948–49 Portsmouth Manchester United
1949–50 Portsmouth Wolverhampton Wanderers
1950–51 Tottenham Hotspur Manchester United
1951–52 Manchester United Tottenham Hotspur
1952–53 Arsenal Preston North End
1953–54 Wolverhampton Wanderers West Bromwich Albion
1954–55 Chelsea Wolverhampton Wanderers
1955–56 Manchester United Blackpool
1956–57 Manchester United Tottenham Hotspur
1957–58 Wolverhampton Wanderers Preston North End
1958–59 Wolverhampton Wanderers Manchester United
1959–60 Burnley Wolverhampton Wanderers
1960–61 Tottenham Hotspur Sheffield Wednesday
1961–62 Ipswich Town Burnley
1962–63 Everton Tottenham Hotspur
1963–64 Liverpool Manchester United
1964–65 Manchester United Leeds United
1965–66 Liverpool Leeds United Davies (Southampton)
1965–66 Liverpool Leeds United
1967–68 Manchester City Manchester United
Ron Davies (Southampton) 28
1968–69 Leeds United Liverpool
1969–70 Everton Leeds United
1970–71 Arsenal Leeds United
1971–72 Derby County Leeds United
1972–73 Liverpool Arsenal
1973–74 Leeds United Liverpool
1974–75 Derby County Liverpool
1975–76 Liverpool Queens Park Rangers
1976–77 Liverpool Manchester City
1977–78 Nottingham Forest Liverpool
1978–79 Liverpool Nottingham Forest
1979–80 Liverpool Manchester United
1980–81 Aston Villa Ipswich Town
1981–82 Liverpool Ipswich Town
1982–83 Liverpool Watford
1983–84 Liverpool Southampton
1984–85 Everton Liverpool
1985–86 Liverpool Everton
1986–87 Everton Liverpool
1987–88 Liverpool Manchester United
1988–89 Arsenal Liverpool
1989–90 Liverpool Aston Villa
1990–91 Arsenal Liverpool
1991–92 Leeds United Manchester United

Liga Primer (1992-sekarang)

1992–93 Manchester United Aston Villa
1993–94 Manchester United Blackburn Rovers
1994–95 Blackburn Rovers Manchester United
1995–96 Manchester United Newcastle United
1996–97 Manchester United Newcastle United
1997–98 Arsenal Manchester United
1998–99 Manchester United Arsenal
1999–00 Manchester United Arsenal
2000–01 Manchester United Arsenal
2001–02 Arsenal Liverpool
2002–03 Manchester United Arsenal
2003–04 Arsenal Chelsea
2004–05 Chelsea Arsenal
2005–06 Chelsea Manchester United
2006–07 Manchester United Chelsea
2007–08 Manchester United Chelsea
2008–09 Manchester United Liverpool
2009–10 Chelsea Manchester United
2010–11 Manchester United Chelsea
2011-12 Manchester City Manchester United

 by posting:Berry Anafia